Gema Dalam Monokrom

 

Langkah pertamaku di sekolah baru diwarnai dengan melodi manis seorang drummer, namun hanya dalam dua minggu, lagu itu berubah menjadi sumbang karena pengkhianatan yang tak terduga. Luka itu mengajarkanku arti patah hati di awal perjalanan. Tapi, dari puing puing kekecewaan itulah, mataku tertuju pada sesuatu yang baru, sosok 'cowo dingin' yang misterius dan memikat. Di sinilah, di balik dinding pertahanannya yang kokoh, aku memulai chapter hidupku yang baru.

Bagaikan bunga layu, Aku rapuh.
Dia datang dengan penampilannya yang sedikit pemalu. Aku terpuruk dalam kesedihan kala itu, mati rasa, dan mencoba fokus untuk membenah diri. Namun, masa lalu itu terus membayangi dan menghantui diriku. Lalu aku bertemu dengan kawan baru bernama Kevin. Perjalanan kami dalam menghadapi masa lalu menjadikan kami teman dekat di kelas. Di situlah aku dipertemukan dengan Andrian, teman sebangku Kevin, dan di sinilah semuanya dimulai.

Pukul 10 siang di dalam kelas X Ipa 5 aku  menghampiri Kevin yang sedang bermain gadget nya bersama Andri.

Maria : “Vin, bosen”

Kevin : “kenapa lu?”

aku memutuskan untuk duduk di bangku kosong yang berada di depannya, lalu aku sekilas menatap Andrian yang juga fokus bermain fifa di gadget nya sendiri. Tidak lama Kevin lanjut bertanya kembali..

Kevin : “kenapa lu?”

 aku terdiam.. *menangis

Kevin : “waah ternyata dia lagi gabisa di tanyaa Dri hahaaahaa” tawa Kevin kepada Andri

disitu Andri hanya terdiam tidak merespon,  lalu esok lusa nya aku kembali menghampiri Kevin.

 

Maria : “Vin bantuin gue buat putus!”

Kevin : “yaudah tinggal chat apa susah nya, tapi  kalo lu berani sih langsung aja”

Maria : “ga, gue ga berani”

Kevin : “emang sekarang dia nya dimana? kok ga keliatan di kelas?”

Maria : “lagi  kumpul anak band”

Kevin : “yaudah chat aja”

Maria : “ya kaya gimana?!”

Kevin : "Jack aku mau kita putus ya..bilang aja gitu”

aku pun langsung mengirim pesan itu lalu melanjutkan yang harus di selesai kan. Kevin lanjut bertanya

 

Kevin : “apa katanya?”

Maria : “okay, katanya”

Kevin : “hah sumpah dia ga nahan lu?!”

Maria : “ngga”

Kevin : “wah gilla anjir Dri ni cowo” Kevin mengajak Andri masuk ke topik.

Andri tidak merespon dan hanya menatap ku.

tidak lama Jack masuk ke kelas dan melewatiku menganggap diriku ini sebatas rumput liar.

Kevin : “sialan banget ni cowo!”

Kevin : “sumpah cewenya minta putus ga di tahan, kalo gue pasti minta penjelasan langsung. lah ini biasa aja”

aku hanya bisa terdiam menahan genangan air mata akan tamparan realita itu.


Lalu Jack kembali melewati ku  bergegas keluar kelas, dan seketika Andrian berdiri berkata ingin ke kantin. Aku yang sedang tertunduk lesu mengangkat kepala ku agar air mataku berhenti. lalu, tidak sengaja aku menatap pintu kelas, dan akupun  dikejutkan oleh sikap Andrian yang mengangkat jari tengahnya mengarah kepada Jack. Dengan mata yang di aliri air mata, aku hanya bisa mengusap air mataku dan mencoba untuk menahannya sampai pulang sekolah.

Andrian terkenal dengan cuek nya akan semua hal, teman nya hanya teman sd smp nya saja, jadi dia di waktu istirahat sesekali keluar untuk bertemu mereka. Di kelas dia sering sekali menunduk dan menutup dirinya dari sekeliling, dan hanya berteman dengan Kevin seorang.

sedangkan Kevin terkenal friendly dan juga ceria, dia bisa berteman dengan siapa saja termasuk guru, sudah pasti orangnya super aktif, dia juga seseorang yang sangat peduli dengan orang lain kecuali dirinya sendiri..juga dia sedikit gila cewe.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Favorite Season